Catatan Iseng "J"

Catatan yang mungkin tidak seharusnya dilupakan

Senin, 21 Maret 2022

Pengalaman di Masa Perkuliahan Part 3

Halo! Berjumpa lagi di blog ini.
Saat ini, aku sudah berada di semester 10. Masa-masa insecurenya mahasiswa. Hahaha. Kita lanjutkan pengalamanku dari part-part sebelumnya ya. Semoga pengalaman ku menjadi pembelajaran buat kalian.     

 "KP dan SKRIPSI"

    Kita mulai dari KP ku dulu. KP atau Kerja Praktek ku harusnya ku selesaikan di semester 5. Aku sudah membuat aplikasinya dan mungkin bisa dibilang selesai pada semester itu juga? Tapi nyatanya aku selesaikan mata kuliah KP setelah di semester 7. Kenapa? masalahnya ada pada laporanku, hehe.

    Semakin ke ujung, aku semakin sulit memahami teori. Karena pada dasarnya KP dan skripsi adalah melukis teori, membuat ku benar-benar lama menyelesaikan kedua hal ini. Syukurnya, ada dua orang "teman" yang bisa menjadi boosterku sampai aku bisa menyelesaikan KP tersebut. Namun tetap saja perlu waktu lama untuk menyelesaikannya. Bimbingan demi bimbingan ku jalani, sehingga kadang membuat  ku stress untuk mengerjakannya. Padahal, itu baru KP saja lho. Oh ya, kalo teman-teman ingin tau judul KP ku  "Sistem Informasi Laboratorium Teknik Informatika" dan sekarang masih dapat diakses di itlab.uir.ac.id. Bukan web yang bagus, tetapi itu adalah hasil dari usaha terbaik ku saat itu. Aku bukanlah orang yang kreatif dalam mendesign Interface. Dan akhirnya perjuanganku menghadapi revisi memakan waktu 2 semester, hahaha.

     Sayangnya, aku tidak langsung melanjutkan proposal skripsi di awal semester 9 sehingga badai revisi terus mengguncang laporanku sampai ke awal semester 10. Mengecewakan memang, tapi kembali lagi ke awal. Aku benar-benar tidak bisa melukis teori dengan tepat dan benar pada sebuat laporan. 

    Jadi, akan ku ceritakan sebelum guncangan revisi proposal skripsi terjadi. Awalnya, aku mengajukan skripsi yang berkaitan dengan Game 2D. Aku berencana untuk tidak menggunakan unity pada game tersebut. Kenapa aku tidak menggunakan unity? karena aku sadar bahwa menyiksa laptop kentangku dengan unity bukanlah hal yang baik. Namun karena aku tidak menggunakan Unity, dosen ku menolak ide tersebut. Kemudian aku mengganti judulku dengan "Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Kos Berbasis Android" ke dosen yang berbeda. Hasilnya? Kurang lebih (seingatku) Beliau berkata "Kita ganti saja ya judul penelitian kamu dengan yang lebih bermanfaat." Aku awalnya terkejut dan kecewa, kemudian Beliau berkata lagi "Kita buat aplikasi E-Diagnostics pada Mata Kuliah Algoritma dan Pemrograman". Tentu saja aku senang mendengarnya. Dan beliau berkata lagi "Nanti semua data yang kita perlukan akan ibu kirim ke kamu, langsung saja buat proposalnya ya". Dan dengan senang hati aku langsung membuatnya di malam itu juga.

    Setelah proposal skripsi selesai ku buat, kutanyakan kepada pembimbingku tentang aplikasi yang akan digunakan. "Bu, aplikasi yang akan kita buat berbasis apa ya bu?" tanyaku. Beliau menjawab "Akan lebih bagus jika menggunakan android agar mudah digunakan oleh mahasiswa". Tentu saja aku senang karena hal tersebut sesuai dengan yang kutuju, yaitu Android. Kenapa aku ingin Android? Karena kulihat-lihat dimasa sekarang, android merupakan sistem yang banyak digunakan oleh orang-orang. Sehingga aku merasa perlu untuk menguasai skill coding android. Namun, belum terpikir oleh ku untuk menggunakan framework atau native pada server PHPnya. Aku memilih PHP sebagai server karena memang PHP adalah bidang utamaku. Selain itu, pengelolaan data menggunakan MySQL terasa lebih mudah bagiku dibanding menggunakan firebase. Dan tentu saja, tidak semua orang menggunakan Android, ada juga yang menggunakan IPhone kan?

    Tak lama dari siapnya proposal ku dan menunggu bimbingan, temanku meminta bantuan (joki, hehe) untuk membuatkan sistem PHP menggunakan framework laravel. Awalnya aku belum menguasai laravel, namun setelah ku coba dan rasanya luar biasa membuat ku lebih nyaman dibanding menggunakan PHP native. Rasanya lebih rapi dan mudah dipahami. Aku tau ada framework lain seperti CodeIgniter (CI), tapi CI tidak membuatku nyaman malah membuatku kesulitan menggunakannya. Mungkin ga jodoh ya, Haha. Akhirnya aku menemukan framework yang tepat untuk skripsiku. Terlebih lagi, kulihat bidang IT lebih mencari orang-orang yang menguasai laravel dibanding yang lain (untuk web). Sehingga laravel adalah tujuan yang tepat untuk dikuasai.

    Skripsiku yang berjudul "Pengembangan Aplikasi E-Diagnostics pada Mata Kuliah Algoritma dan Pemrograman Berbasis Android" kini dilengkapi laravel sebagai framework dan sebagai servernya. Akhirnya, pada tanggal 18 Maret 2022 aku berhasil menyelesaikan seminar proposal ku. Tentunya dengan revisi lagi karena laporanku dirasa tidak lengkap oleh dosen pengujiku. Dosen penguji ku bilang "Aplikasi ini menarik, dan mungkin akan lebih bagus jika ditambah diagnosis pada soal untuk mengetahui soal yang sulit dikerjakan oleh mahasiswa" sebenarnya aku sedikit mengeluh, hahaha. Karena, membuat relasi, hubungan dan perhitungan dari database ke PHP masih terasa sulit bagiku. Tapi tidak apa-apa, karena tantangan ini akan menambah skill ku ke depannya.

 

    Pada masa seminar proposal, aku sangat bingung ketika ditanya tentang teori. Selain dari tidak menguasai materi, aku juga bingung dengan salah satu dosen penguji ku ketika beliau bertanya. Bahasa yang digunakan beliau sangat tinggi sehingga membuatku tidak mengerti dengan apa yang beliau tanyakan. Syukurnya, dosen pembimbingku menerjemahkan pertanyaan beliau ke bahasa yang lebih ringan sehingga membuat ku paham apa yang dimaksud dari pertanyaan tersebut. Beliau menanyakan tentang perbedaan studi pustaka dengan penelitianku, cara pengumpulan data, dan jenis penilaian diagnostic. Karena aku bukan dari anak AI (Kecerdasan Buatan), pertanyaan tentang jenis penilaian membuatku bingung, Hahaha. Mungkin tidak ada hubungannya dengan AI, tapi kurasa anak AI tau apa yang dimaksud jenis penilaian diagnostic tersebut.

    Setelah seminar selesai, aku melakukan banyak kebodohan. Berawal dari berkas-berkas penilaian yang tidak kuserahkan kepada dosen ku, hingga kesalahan dalam mengambil KRS di sikad UIR. Kesalahan cetak KRS tersebut karena aku hanya mengambil Skripsi 1 dan tidak mengambil Skripsi 2. Hal tersebut membuatku harus mengurus pembatalan KRS ke SIMFOKOM UIR. Sesampainya di Simfokom, aku diharuskan untuk membuat KTM agar pembatalan bisa dilakukan (btw, KTM ku hilang). Akhirnya aku mengurus KTM di BAAK dan aku diharuskan membuat surat kehilangan di kantor polisi. Dan apa yang terjadi? Sesampainya di kantor polisi, mereka malah meminta surat keterangan kehilangan KTM dari Kampus. Ketidak tahuan ini membuatku kesal sebenarnya. Tapi ya bagaimana lagi? mungkin memang prosedurnya seperti itu. Akhirnya aku pulang ke kos dan mencari surat kehilangan dari polisi (karena kemalingan di 3 tahun yang lalu) dan kugunakan untuk mengurus KTM ku.

    Di sini, aku bertanya-tanya. Dulu waktu kemalingan, surat kehilangan tersebut tidak membutuhkan surat keterangan dari kampus. Apa mungkin karena aku juga kehilangan kartu penting lainnya? Memang saat itu yang kehilangan bukan KTM saja, tapi juga ATM, KTP, dll. Tapi ku abaikan saja, karena syarat-syarat untuk pengurusan KTM sudah terpenuhi. Kemudian aku pergi ke Bank Kampus untuk membayar administrasi pembuatan KTM dan ...., aku dikenakan 280 ribu karena KRS ku dihitung dalam pembayaran. Sedangkan aku hanya membawa 150 ribu. Akhirnya aku disarankan untuk kembali ke simfokom untuk membatalkan KRS ku agar aku dapat meneruskan administrasi pembuatan KTM tanpa membayar SKS. Apa yang aneh? ternyata pembatalan KRS bisa dilakukan. Aku kesal sebenarnya namun mungkin itu juga prosedur dari sananya yang dikendorkan khusus untuk ku. Dengan kesal, aku meneruskan pembuatan KTM karena emang sudah terlanjur bolak-balik untuk mengurusnya. Dan yup, akhirnya semuanya selesai diurus. Tinggal meminta TTD dosen penguji dan dosen pembimbingku untuk menyerahkan berkas Berita Acara dan penilaian seminar yang lupa aku serahkan pada saat ujian seminar proposal kemarin.

    Kurasa itu saja sih yang bisa ku ceritakan hari ini. Semoga kalian tidak sepertiku ya yang memiliki banyak kelalaian dan kebodohan. Hahaha.
    Yang kuliah semoga cepat selesai, jangan sampai kuliah 5 tahun sepertiku. See u :)

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar